Cari Blog Ini

Gambar tema oleh A330Pilot. Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Mengenang Kembali . . .



Sabtu, 18 Juni 2011_ Dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, kereta yang kami tumpangi berhenti tepat di stasiun “Kota Cirebon”. Kota ini tidak begitu asing bagiku, meskipun ini kali pertama kakiku berpijak di kota ini. Suasana kotanya tidak jauh berbeda dengan kota tempatku menimba ilmu, persamaan itu aku rasakan karena senyuman manis dari kawan-kawan Unswagati terpancar dengan ramah ketika kami beranjak dari pintu stasiun.

Rasa bangga terpatri dalam hati, melaksanakan amanah sebagai anggota Eksekutif Mahasiswa.
Suasana hening ketika seminar nasional pendidikan yang bertajuk “Menggagas Peningkatan Mutu Pendidikan Indonesia” mulai disampaikan oleh pemateri. Materi yang bermutu, dengan gaya penyampaian yang energik membuatku terkagum oleh pemateri yang pernah mengeyam pendidikan di negeri Sakura itu.
Bapak Abur Mustikawanto yang juga kepala dinas Pendidikan Provensi Jawa Barat dengan semangat yang berkobar menyampaikan masalah dan solusi pendidikan di indonesia meskipun basic beliau adalah seorang fisikiawan.
Momen itu pula tidak aku sia-siakan, berkenalan dan sedikit diskusi tentang fisika di jepang.
Suasana mulai memanas ketika diskusi antar mahasiswa dan pemateri, berbagai pertanyaan mengenai problem dan fenomena pendidikan di berbagai daerah dilontarkan mahasiswa tidak habis-habisnya, termasuk kaitannya dengan masalah terbesar bangsa “korupsi”.
Hidup Mahasiswa !!!
Di aula hotel Sunyaragi kami menghabiskan waktu, bercek cok masalah Laporan Pertanggungjawaban yang kemudian dilanjutkan dengan rencana kerja dua tahun kedepan.
Satu suara yang sering aku dengar, namun suara itu tidak merobohkan kehangatan diskusi dengan kawan-kawan yang lain.
-----
Minggu, 19 Juni 2011_ Kebersamaan itu mulai terasa, dan semakin dekat. Canda dan tawa lepas begitu saja tanpa mengenal struktural. Museum Linggarjati, Kuningann hingga Kraton Cirebon suasana kekeluargaan yang begitu hangat. Rasa saling memiliki, Daerah Jawa I, Surabaya dan Yogja. Inilah Keluarga Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI).
Namun kebersamaan itu harus pecah karna waktu, tepat di halaman masjid Kampus terbesar di Cirebon itu semua tangan berjabat untuk berpamitan, pelukan hangat seolah tak ingin berpisah.
            Terkadang kita tidak tau kebahagiaan itu dimana, tapi kereta progo yang kami tumpangi malam itu memberikan sejuta kebahagiaan. Perjalanan yang sangat mengesankan, saat tidak ada lagi kursi kosong, dan harus duduk dilorong kereta bersama Pak Sekjen Mas Wahid Yahya, Mba Ananda Kiki, Mas Faris, Danang dan Alvera yang selalu cembrut selama diperjalanan. Saat harus memasang wajah memelas di hadapan Bapak-Bapak dengan tujuan di berikan tempat duduk tapi yang diberikan selembar kertas koran, saat terbangun dini hari dengan kepala bersandar di bahu lelaki gondrong dan bertato.
Haahh itulah kebahagiaan yang harus terhenti di Stasiun Lempunyangan.

Tidak ada komentar

Foods

Pengikut