Teruntuk Dirimu Calon Imamku....
Wahai Calon Imamku, Lewat lisan aku mungkin tidak mampu mengutarankannya, tapi sejanak renungilah apa yang aku inginkan !!!
Jangan jadikan Aku
Istrimu, ...
Jika nanti dengan
alasan bosan, kamu berpaling pada perempuan lain,,,
Kamu harus tahu meski
aku bosan mendengar suara dengkurmu, melihatmu begitu pulas, walapun wajah
mantan pacarku yang terlihat begitu sempurnapun takkan mengalihkan pandanganku
dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian ...
Jangan Jadikan Aku istrimu, ....
jika nanti kamu enggan
bangun hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam,
sedang selama 9 bulan aku harus membawanya di perutku, membuat badanku pegal
dan tak bisa tidur sesukaku ...
Jangan Jadikan Aku
Istrimu, ....
jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka maupun sedih dan kamu lebih
memilih teman perempuanmu untuk bercerita,,,
kamu harus tahu meski
begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku, Padamu aku hanya ingin
berbagi dan aku bukan hanya teman tidurmu yang tidak bisa di ajak bercerita
sebagai seorang sahabat...
Jangan Jadikan Aku
Istrimu, ...
jika nanti kamu
langsung tertidur setelah kita bercinta,
kamu harus tahu aku
menikmati kebersamaan denganmu dan mendengar rayuan gombalmu yang lebih
terdengar lucu dari pada romantis adalah saat2 yang ku tunggu...
Jangan Jadikan Aku
Istrimu, ...
jika nanti dengan
alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menceraikan diriku,
kamu tahu betul kita
memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen kita
untuk hidup bersama ...
Jangan Jadikan Aku Istrimu, ...
jika nanti kamu memilih tamparan dan kata2 kasar untuk memperingatkan kesalahanku,
Jangan Jadikan Aku Istrimu, ...
jika nanti kamu memilih tamparan dan kata2 kasar untuk memperingatkan kesalahanku,
sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang
lembut tapi berwibawa ....
Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu, ....
jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu dengan teman-temanmu,,
Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dengan setrikaan yang menumpuk dan aku bahkan tidak sempat menyisir rambutku, anak dan rumah bukan hanya kewajibanku karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping hidupmu dan jika boleh memilih, aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu tahu bagaimana rasanya..
Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu, ..
jika nanti kamu lebih sering berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga,,
Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku. Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karema kita tidak hidup hari ini saja.
Jangan Pilih Aku Jadi Istrimu, ...
jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu,,
Meski aku bangga karena kamu memilihku tapi takkan ku biarkan kata-katamu menyakitiku bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap di pandang mata tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi menyapa.
Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.
Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu, ...
jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti, ketika tubuhku tak seindah sekarang.
Kamu tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tubuhku...
Menikah bukan untuk menghapuskan identitas kita sebagai individu tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.
Jangan Buru-buru Menikahiku, ...
jika saat ini kamu masih ingin meraih impian mudamu, jika aku hanya akan menjadi penghalang untuk langkahmu itu,
meski menikah denganmu adalah impian terbesarku...
Jangan Buru-buru Menikahiku, ..
jika saat ini kamu masih sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman.
Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidupku yang tidak ingin ku sesali.
Jangan Buru-buru Menikahiku, ..
jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan,
aku takkan keberatan membetulkan genting rumah dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.
Hapus Aku Dari Daftar Calon Istrimu, ..
jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu.
Kamu harus tahu meski cintamu sudah ku perjuangkan, aku takkan ragu untuk meninggalkanmu.
Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu, ...
jika kamu pikir bisa menduakan cinta, kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang ku pilih mengkhianatiku.
Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu, ....
jika kamu belum tahu satu saja alasan karena aku harus menerimamu sebagai suamiku.
Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu, ....
jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu dengan teman-temanmu,,
Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dengan setrikaan yang menumpuk dan aku bahkan tidak sempat menyisir rambutku, anak dan rumah bukan hanya kewajibanku karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping hidupmu dan jika boleh memilih, aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu tahu bagaimana rasanya..
Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu, ..
jika nanti kamu lebih sering berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga,,
Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku. Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karema kita tidak hidup hari ini saja.
Jangan Pilih Aku Jadi Istrimu, ...
jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu,,
Meski aku bangga karena kamu memilihku tapi takkan ku biarkan kata-katamu menyakitiku bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap di pandang mata tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi menyapa.
Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.
Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu, ...
jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti, ketika tubuhku tak seindah sekarang.
Kamu tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tubuhku...
Menikah bukan untuk menghapuskan identitas kita sebagai individu tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.
Jangan Buru-buru Menikahiku, ...
jika saat ini kamu masih ingin meraih impian mudamu, jika aku hanya akan menjadi penghalang untuk langkahmu itu,
meski menikah denganmu adalah impian terbesarku...
Jangan Buru-buru Menikahiku, ..
jika saat ini kamu masih sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman.
Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidupku yang tidak ingin ku sesali.
Jangan Buru-buru Menikahiku, ..
jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan,
aku takkan keberatan membetulkan genting rumah dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.
Hapus Aku Dari Daftar Calon Istrimu, ..
jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu.
Kamu harus tahu meski cintamu sudah ku perjuangkan, aku takkan ragu untuk meninggalkanmu.
Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu, ...
jika kamu pikir bisa menduakan cinta, kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang ku pilih mengkhianatiku.
Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu, ....
jika kamu belum tahu satu saja alasan karena aku harus menerimamu sebagai suamiku.
Sumber ;
darbyogillshotel.com
Menjadi Istri Soleha
Post a Comment